Indonesia adalah negara kaya akan suku dan adat istiadat, karenanya indonesia memiliki budaya yang luar biasa.

Dari salah satu suku di Indonesia terdapat suku sunda. suku sunda adalah salah satu suku di jawa diantara puluhan suku yang terdapat di Indonesia. Mempelajari adat istiadat sebuah suku bangsa berarti mempelajari sebuah entitas kebudayaan bangsa, bukan hanya itu, dengan mempelajari berarti juga kita telah ikut melestarikannya. Proses mempelajari adat Istiadat ialah dengan cara mengenal,mengetahui,merekamnya, dan kemudian menuliskan ulang agar dapat dipelajari oleh generasi-generasi berikutnya…

Pengaruh Islam dalam adat istiadat suku Sunda

Agama Islam sangat mempengaruhi adat istiadat suku sunda yang terbentuk dalam kebudayaan suku sunda. hal ini dikarenakan ketaan beragama orang sunda yang begitu kuat. hal ini dapat kita liat dari berbagai bentuk upacara adat yang di adakan suku sunda sangat kental nuansa Islaminya. Percampuran dengan adat istiadat dengan agama bukan hanya terjadi di suku sunda saja ada juga suku-suku lain yang mengalami asimilasi semacam ini.

Bahasa

Dari sudut sejarah dapat diterangkan suku sunda yang halus atau kurang halus, bahasa murni atau tidak murni. Sunda Priangan pernah mendapat pengaruh dari kerajaan mataram Islam. antara kaum bangsawan sunda di Sumedang dengan kaum bangsawan Yogyakarta dan solo terdapat hubungan kekerabatan sehingga bahasa sunda Priangan lebih halus.

Sedangkan pada daerah yang telah tercampur dengan penggunaan bahasa jawa. cenderung lebih tidak halus. ini dapat kita liat dalam penggunaan bahasa sunda di Cirebon atau Banten. Tetapi buat orang Sunda Priangan orang yang memakai bahasa sunda dimanapun ia tinggal tetap disebut orang sunda.

Jenis-jenis kesenian Sunda

Setelah dilakukan inventarisasi dan dokumentasi sebagian oleh Kang Enoch Atmadibrata dan BahAli Sastramidjaja, Kesenian-kesenian dapat digolongkan ke dalam beberapa rumpun, yaitu:

* Angklung (30 jenis),
* Beladiri (10 jenis),
* Celempungan (6 jenis),
* Debus (15 jenis),
* Gamelan (16 jenis),
* Helaran (24 jenis),
* Ibing (17 jenis),
* Kacapian (20 jenis)
* Macakal (18 jenis),
* Mawalan (7 jenis),
* Ngotrek (10 jenis),
* Pantun (6 jenis)
* Sandiwara (27 jenis),
* Terbangan (18 jenis),
* Topeng (8 jenis),
* Sekar (15 jenis),
* Wayang Orang (5 jenis),
* Wayang Golek (9 jenis),
* Wayang Kulit (7 jenis).

Dari sekian banyak jenis kesenian itu, hanya beberapa jenis saja yang diketahui oleh masyarakat.

Wayang Golek

Wayang Golek

Jaipong

Jaipong

Degung

Degung

Degung

Sinden+Degung


Angklung

Angklung

 

Calung

Calung